Jl. Urip Sumoharjo Km. 5, Kampus II UMI, Makassar, Sulawesi Selatan 90231 fkm@umi.ac.id (0411) 453308
Pengabdian

Tim PKM UMI Optimalkan Air Bersih dan Edukasi Pencegahan DBD di Desa Temmapaduae, Maros

Pengabdian

Tim PKM UMI Optimalkan Air Bersih dan Edukasi Pencegahan DBD di Desa Temmapaduae, Maros

Tirta Chiantalia  Â·  13 Agustus 2026, 09:15 WITA  Â·  13 kali dilihat

Tim PKM UMI Optimalkan Air Bersih dan Edukasi Pencegahan DBD di Desa Temmapaduae, Maros

MAROS — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMI melalui program yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DIKTISAINTEK) melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Temmapaduae, Kabupaten Maros. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kualitas akses air bersih sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Program tersebut merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat. Desa Temmapaduae dipilih sebagai lokasi pengabdian karena masih terdapat masyarakat yang menghadapi kendala dalam memperoleh air bersih berkualitas serta membutuhkan edukasi mengenai pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Ketua tim, Annisa Junaid, menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih dan pengelolaan lingkungan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Menurutnya, kualitas air yang kurang layak dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, sementara lingkungan yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

“Karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan terpadu melalui penyediaan teknologi penyaringan air serta pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman lokal sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,” jelas Annisa.

Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi sumber air, sistem distribusi air bersih, serta kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Berdasarkan hasil observasi, tim menemukan bahwa sebagian warga masih menggunakan sumber air yang kualitasnya perlu ditingkatkan. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk juga masih perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan. Sebagai salah satu solusi, tim memperkenalkan metode penyaringan air menggunakan media zeolit. Material alami tersebut digunakan karena memiliki kemampuan membantu menyaring kotoran dan mengurangi bau sehingga dapat meningkatkan kualitas air. Instalasi penyaring dirancang secara sederhana agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat. Selain memberikan pendampingan teknis terkait pemasangan dan perawatan instalasi, tim juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air agar kualitas air dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Anggota tim, Alfina Baharuddin, mengatakan bahwa media zeolit dipilih karena relatif mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta dinilai efektif sebagai media filtrasi sederhana. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola sistem penyaringan secara mandiri sehingga kebutuhan air bersih dapat dipenuhi secara berkelanjutan. Selain peningkatan akses air bersih, program PKM tersebut juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan tanaman pepaya (Carica papaya). Masyarakat diberikan informasi mengenai manfaat tanaman pepaya, baik dari aspek gizi maupun potensinya dalam mendukung lingkungan yang lebih sehat. Warga juga diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam pepaya. Selain dapat memberikan manfaat bagi pangan dan ekonomi keluarga, kegiatan tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan bersih.

Dalam kegiatan penyuluhan, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pencegahan DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan menerapkan prinsip 3M Plus. Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, masyarakat didorong untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemantauan terhadap keberadaan jentik nyamuk secara berkala. Anggota tim, Hardi, menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada penanganan medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam menekan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, masyarakat Desa Temmapaduae menunjukkan antusiasme yang tinggi. Warga aktif mengikuti demonstrasi pemasangan instalasi penyaring air, berdiskusi mengenai pemeliharaan media zeolit, serta berpartisipasi dalam pemeriksaan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga masyarakat dapat memahami informasi yang diberikan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tim pengabdian juga menyerahkan instalasi penyaring air sederhana sebagai contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Selain itu, tim membagikan media edukasi mengenai pentingnya air bersih, perilaku hidup bersih dan sehat, serta langkah-langkah pencegahan DBD agar pengetahuan yang diperoleh dapat terus diterapkan setelah kegiatan berakhir. Hasil evaluasi pada akhir kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya kualitas air bersih, pemeliharaan instalasi penyaringan berbasis zeolit, serta langkah-langkah pencegahan DBD melalui pemberdayaan masyarakat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perpaduan antara edukasi dan penerapan teknologi sederhana dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, tim PKM UMI diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung terwujudnya masyarakat dan lingkungan desa yang lebih sehat, mandiri, serta tangguh dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan berbasis lingkungan.

Bagikan:
Profesi · Ners
Tertarik Kuliah di FKM UMI?

Profesi Ners

Program Studi Profesi Ners Program Studi Profesi Ners telah terakreditasi BAIK SEKALI dengan SK Akreditasi No. 0648/LAM-PTKes/Akr/Pro/VIII/2022   Tujuan Program Studi Menghasilkan Ners Yang…