Jl. Urip Sumoharjo Km. 5, Kampus II UMI, Makassar, Sulawesi Selatan 90231 fkm@umi.ac.id (0411) 453308
Pengabdian

Dorong Pengrajin Perak Menjadi Kampung Sehat dan berdaya saing oleh TIM PkM DIKTISAINTEK UMI

Pengabdian

Dorong Pengrajin Perak Menjadi Kampung Sehat dan berdaya saing oleh TIM PkM DIKTISAINTEK UMI

Tirta Chiantalia  ยท  12 Agustus 2026, 09:00 WITA  ยท  9 kali dilihat

Dorong Pengrajin Perak Menjadi Kampung Sehat dan berdaya saing oleh TIM PkM DIKTISAINTEK UMI

Ketua Tim Pengabdian, Suharni, menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja merupakan faktor penting yang sering kali kurang mendapat perhatian pada usaha mikro dan kecil. Padahal, aktivitas produksi kerajinan perak melibatkan berbagai proses seperti peleburan logam, penghalusan, pengelasan, hingga pemolesan yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan apabila tidak dilakukan sesuai standar keselamatan kerja. “Melalui program ini kami ingin meningkatkan kesadaran para pengrajin mengenai pentingnya budaya kerja yang sehat dan aman. Di sisi lain, kami juga memberikan pendampingan dalam pengelolaan pemasaran agar produk kerajinan perak memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Suharni. Kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan kerja, proses produksi, serta kebutuhan para pengrajin. Tim melakukan observasi terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD), tata letak ruang kerja, sistem ventilasi, kebersihan lingkungan produksi, serta cara penyimpanan bahan dan peralatan kerja. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa sebagian besar pengrajin masih belum menerapkan prosedur keselamatan kerja secara maksimal. Penggunaan masker, sarung tangan, dan pelindung mata masih belum menjadi kebiasaan dalam proses produksi sehari-hari.

Menindaklanjuti hasil tersebut, tim melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai Health Promotion yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan kerja. Materi yang diberikan meliputi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ergonomi dalam bekerja, pencegahan penyakit akibat kerja, pengelolaan limbah sederhana, serta pentingnya penggunaan alat pelindung diri secara konsisten. Penyuluhan dilaksanakan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami manfaat penerapan keselamatan kerja dalam aktivitas sehari-hari. Tim juga memperagakan cara penggunaan APD yang benar serta memberikan contoh penataan ruang kerja yang lebih aman dan nyaman. Edukasi ini diharapkan mampu membangun budaya kerja yang sehat sehingga risiko kecelakaan maupun gangguan kesehatan dapat diminimalkan.

Selain aspek kesehatan, program pengabdian ini juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan kapasitas usaha melalui pelatihan Management Marketing. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan usaha sederhana, pencatatan keuangan, strategi penentuan harga produk, pengembangan merek (branding), desain kemasan, hingga pemasaran digital menggunakan media sosial dan marketplace. Menurut anggota tim, Hukma Ratu Purnama, perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Oleh karena itu, kemampuan memanfaatkan platform digital menjadi salah satu kompetensi yang harus dimiliki para pengrajin agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha. Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara mengambil foto produk menggunakan telepon pintar dengan pencahayaan yang baik, membuat deskripsi produk yang menarik, serta mengelola akun media sosial sebagai sarana promosi. Para pengrajin juga diperkenalkan dengan strategi membangun identitas merek yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kerajinan lokal.

Sementara itu, anggota tim Poetri Lestari Lokapitasari menambahkan bahwa peningkatan kualitas produk harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pemasaran. Menurutnya, produk kerajinan perak memiliki nilai budaya yang tinggi sehingga perlu dikemas secara profesional agar mampu menarik minat pasar nasional maupun internasional. Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Para pengrajin aktif berdiskusi mengenai berbagai kendala yang mereka hadapi selama proses produksi maupun pemasaran. Banyak peserta mengaku baru memahami pentingnya penggunaan APD serta manfaat pemasaran digital setelah mengikuti pelatihan ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kemampuan usaha mereka semakin berkembang. promosi produk. Perubahan tersebut menjadi indikator awal bahwa program pengabdian memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan usaha masyarakat. Ke depan, tim berharap pendampingan dapat terus berlanjut melalui kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu mendorong inovasi produk, meningkatkan kualitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat posisi pengrajin perak 

Bagikan:
S3 · Dr.
Tertarik Kuliah di FKM UMI?

S3 - Kesehatan Masyarakat