Jl. Urip Sumoharjo Km. 5, Kampus II UMI, Makassar, Sulawesi Selatan 90231 fkm@umi.ac.id (0411) 453308
Berita

Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan FKM UMI Ikuti Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN)

Berita

Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan FKM UMI Ikuti Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN)

Tirta Chiantalia  Â·  26 Juli 2026, 09:00 WITA  Â·  24 kali dilihat

Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan FKM UMI Ikuti Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN)

Makassar – Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) memfasilitasi mahasiswa profesi bidan untuk mengikuti Pelatihan Kewaspadaan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal (KKMN) yang bekerja sama dengan PT Inovasi Pelatihan Kesehatan Mandiri (IPKM). Pelatihan ini dilaksanakan dengan metode blended learning, yaitu pembelajaran daring pada 20–22 Juli 2026 dan sesi tatap muka pada 23–25 Juli 2026 di Aula Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Pelatihan KKMN bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa profesi bidan dalam mengenali, mencegah, dan menangani kegawatdaruratan maternal serta neonatal sesuai standar pelayanan kebidanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKM UMI dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan di dunia pelayanan kesehatan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI, Prof. Dr. Suharni, S.Pd., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini sebagai salah satu bentuk penguatan kompetensi mahasiswa profesi bidan. Beliau menegaskan bahwa bidan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi, sehingga harus dibekali dengan kemampuan klinis yang mumpuni, khususnya dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal. "Melalui pelatihan ini, saya berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktik, kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta mampu memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Kompetensi seperti inilah yang akan menjadi bekal penting ketika nantinya terjun langsung di masyarakat," ujar Prof. Dr. Suharni, S.Pd., M.Kes.

Selama pelatihan, mahasiswa memperoleh materi mengenai kebijakan program kesehatan dan sistem rujukan ibu, aspek etik dan legal kebidanan, prinsip pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal, deteksi dini komplikasi, tata laksana kegawatdaruratan maternal dan neonatal, konseling dan manajemen komplain, Building Learning Commitment (BLC), serta penguatan integritas melalui materi antikorupsi. Selain pembelajaran secara daring, peserta juga mengikuti praktik keterampilan secara langsung dengan bimbingan fasilitator yang berpengalaman di bidang kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKM UMI menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam Pelatihan KKMN merupakan bagian dari implementasi pembelajaran profesi yang berorientasi pada peningkatan kompetensi klinik. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam memberikan asuhan kebidanan yang aman, efektif, dan sesuai standar pelayanan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan FKM UMI berharap seluruh mahasiswa dapat mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dalam praktik profesi, sehingga mampu memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas serta berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun bayi di Indonesia.

Bagikan:
Profesi · Ners
Tertarik Kuliah di FKM UMI?

Profesi Ners

Program Studi Profesi Ners Program Studi Profesi Ners telah terakreditasi BAIK SEKALI dengan SK Akreditasi No. 0648/LAM-PTKes/Akr/Pro/VIII/2022   Tujuan Program Studi Menghasilkan Ners Yang…