Jl. Urip Sumoharjo Km. 5, Kampus II UMI, Makassar, Sulawesi Selatan 90231 fkm@umi.ac.id (0411) 453308
Berita

Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat FKM UMI Edukasi Warga Barombong tentang HIV/AIDS dan Hapus Stigma ODHIV melalui Real Action of Public Health

Berita

Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat FKM UMI Edukasi Warga Barombong tentang HIV/AIDS dan Hapus Stigma ODHIV melalui Real Action of Public Health

Tirta Chiantalia  Â·  11 Juli 2026, 09:00 WITA  Â·  23 kali dilihat

Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat FKM UMI Edukasi Warga Barombong tentang HIV/AIDS dan Hapus Stigma ODHIV melalui Real Action of Public Health

Gowa 11 Juli 2026 – Mahasiswa Baru Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) Angkatan 2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui program Real Action of Public Health (RAPH) 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada 11 Juli 2026 ini menjadi salah satu persyaratan bagi mahasiswa baru sekaligus wadah implementasi peran mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat.

Pada pelaksanaan tahun ini, Kelompok 3 mengangkat isu HIV/AIDS melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang berlangsung di Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Tema tersebut dipilih karena HIV masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian bersama, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengertian HIV/AIDS, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, pentingnya deteksi dini, serta meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial, seperti berjabat tangan, berpelukan, ataupun berbagi tempat duduk, sehingga masyarakat diharapkan tidak lagi memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap ODHIV.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, diperkirakan terdapat sekitar 564.000 orang yang hidup dengan HIV di Indonesia pada tahun 2025, namun baru sekitar 63 persen yang mengetahui status HIV-nya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi kepada masyarakat masih menjadi strategi penting dalam mendukung pengendalian HIV serta pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030.

Penanggung Jawab Kelompok 3, Nurul Fajria, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS.

"Setelah kegiatan sosialisasi, masyarakat memperoleh pengetahuan dasar mengenai HIV, mulai dari pengertian, cara penularan, cara pencegahan, hingga pemahaman bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial seperti berjabat tangan atau berpelukan. Masyarakat juga menjadi lebih sadar akan pentingnya tidak memberikan stigma atau diskriminasi kepada orang yang hidup dengan HIV. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap HIV semakin meningkat sehingga dapat menerapkan perilaku pencegahan yang benar serta menghargai orang yang hidup dengan HIV," ujarnya.

Hal senada disampaikan Penanggung Jawab Kelompok 3 lainnya, Wa Ode Sabrina Marsyabillah. Menurutnya, penyuluhan ini merupakan bentuk nyata implementasi promosi kesehatan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan sekaligus perubahan perilaku masyarakat.

"Penyuluhan HIV/AIDS di Kecamatan Barombong menjadi salah satu bentuk implementasi promosi kesehatan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat. Penyampaian informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, mulai dari cara penularan, upaya pencegahan, hingga pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), merupakan langkah penting dalam mendukung pengendalian HIV di Indonesia. Dengan masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui status HIV-nya, edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi utama dalam mencapai target eliminasi HIV tahun 2030," jelasnya.

Sementara itu, Ketua HIMAKESMAS FKM UMI menegaskan bahwa program Real Action of Public Health merupakan wujud komitmen organisasi dalam menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Melalui program ini, kami berharap masyarakat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi kesehatan merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," tuturnya.

Pelaksanaan penyuluhan HIV/AIDS ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Selain menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan.

Ke depan, program edukasi kesehatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, puskesmas, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar jangkauan informasi semakin luas. Selain itu, evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat juga diperlukan agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak yang lebih optimal.

Adapun mahasiswa Kelompok 3 yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, yaitu:

  1. Ferdiansyah M (A1)
  2. Asifa Putri Aulia (B2)
  3. Nayla Zalzabila Salim (B2)
  4. A. Ratu Muntasyna (B3)
  5. Naura Rayani Putri (B4)
  6. Asfira Ramadhani (B5)
  7. Andhira Putri Lestari (B2)
  8. Riri Tri Astuti (B2)

Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa baru FKM UMI membuktikan bahwa langkah sederhana berupa edukasi kesehatan dapat menjadi kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong deteksi dini HIV, serta mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Bagikan:
S1 · S.K.M.
Tertarik Kuliah di FKM UMI?

Kesehatan Masyarakat

Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat dibuka secara resmi pada tanggal 11 Maret 2002 sesuai dengan surat keputusan Direktur…