Jl. Urip Sumoharjo Km. 5, Kampus II UMI, Makassar, Sulawesi Selatan 90231 fkm@umi.ac.id (0411) 453308
Berita

Mahasiswa FKM UMI "Gelar Real Action of Public Health" di Desa Baruga, Edukasi Warga Cegah Penyakit Diare

Berita

Mahasiswa FKM UMI "Gelar Real Action of Public Health" di Desa Baruga, Edukasi Warga Cegah Penyakit Diare

Tirta Chiantalia  ยท  11 Juli 2026, 09:00 WITA  ยท  8 kali dilihat

Mahasiswa FKM UMI "Gelar Real Action of Public Health" di Desa Baruga, Edukasi Warga Cegah Penyakit Diare

Gowa, 11 Juli 2026 — Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui kegiatan Real Action of Public Health (RAPH) 2025 turun langsung ke Desa Baruga, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa untuk memberikan edukasi kesehatan mengenai pencegahan penyakit diare.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok 5 RAPH 2025 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya di wilayah pelosok, terkait penyebab diare, faktor risiko, penanganan awal, hingga upaya pencegahan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

RAPH menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu kesehatan masyarakat yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk melakukan identifikasi masalah kesehatan secara langsung di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan sebagai agen perubahan dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, Kelompok 5 melakukan penyuluhan kesehatan sekaligus observasi langsung ke lima rumah warga di Desa Baruga. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebanyak 3 dari 5 rumah masih memiliki faktor risiko yang berpotensi menyebabkan kejadian diare.

Beberapa faktor risiko yang ditemukan antara lain masih kurangnya penerapan PHBS, terutama kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar. Selain itu, kondisi lingkungan yang kurang bersih serta kualitas sumber air dari sumur bor yang tampak keruh dan memiliki rasa asin juga menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa menjelaskan bahwa diare merupakan kondisi buang air besar berbentuk cair atau encer sebanyak tiga kali atau lebih dalam waktu 24 jam. Penyakit ini dapat menyebabkan kehilangan banyak cairan tubuh sehingga berisiko menimbulkan dehidrasi, bahkan dapat berakibat fatal apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, terutama pada balita dan kelompok rentan.

“Pencegahan diare dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memastikan air minum aman dikonsumsi, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan cara penyimpanan makanan agar tidak terkontaminasi,” menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan edukasi tersebut.

Selain memberikan pemahaman mengenai pencegahan, mahasiswa juga memberikan edukasi terkait penanganan awal apabila seseorang mengalami diare. Masyarakat diberikan informasi mengenai pentingnya pemberian oralit untuk mencegah dehidrasi, penggunaan tablet zinc sesuai anjuran tenaga kesehatan selama 10 hari, serta menjaga asupan makanan dan minuman yang bersih.

Kelompok 5 juga mengingatkan masyarakat agar segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila penderita mengalami tanda bahaya, seperti tubuh sangat lemas hingga tidak sadar, mata cekung, rasa haus berlebihan, diare berdarah, demam tinggi, maupun muntah terus-menerus.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini disampaikan oleh Muh. Izzah Ashari selaku Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Ia menilai kegiatan RAPH merupakan langkah positif dalam membangun kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung di tengah masyarakat. Harapannya, kegiatan ini memberikan manfaat bagi warga sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang peduli dan responsif terhadap masalah kesehatan,” ujarnya.

Melalui kegiatan Real Action of Public Health (RAPH) 2025, Kelompok 5 berharap masyarakat Desa Baruga semakin memahami pentingnya pencegahan diare serta mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa baru Angkatan 2025 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui edukasi, observasi, dan aksi langsung di lapangan.

Peserta Real Action of Public Health (RAPH) 2025 Kelompok 5

Penanggung Jawab:
1. Vintan Anggraeni Tulak
2. Husnul Khulqy

Anggota:
1. Amanda Nadine Nadir,
2. Nabila Husain,
3. Muh. Imam Muhar,
4. Tri Azzahra Idur,
5. Nur Fahisa,
6. Nindi,
7. Arizqa Nayla,
8. Putri Mardatillah,
9. Nayla Musyarrafa.

Bagikan:
S3 · Dr.
Tertarik Kuliah di FKM UMI?

S3 - Kesehatan Masyarakat