MAKASSAR, – Akhir-akhir ini musim di Kota Makassar tidak menentu, terkadang pagi hari hujan lebat dan tiba-tiba pada siang hari menjadi sangat terik.

Saat ini Indonesia, khususnya Makassar segera memasuki musim kemarau yang ditandai dengan peralihan cuaca yang tidak menentu atau biasa disebut dengan pancaroba.

Dosen Kesehatan Lingkungan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Alfina Baharuddin, S.KM M.Kes menyampaikan, musim peralihan ini sangat rentan dengan penyakit seperti, demam berdarah, ispa, diare, batuk disertai flu.

“Terkhusus pada balita lebih rentan terkena penyakit, biasanya disebabkan oleh virus-virus yang terinfeksi oleh tangan,” ujarnya, saat ditemui, Rabu (28/03/2018).

“Virus tidak hanya disebarkan lewat udara namun bisa juga terinfeksi dari tangan, itulah mengapa kami sering turun ke sekolah dasar untuk melakukan penyuluhan hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama pola cuci tangan,” lanjutnya.

Alfina sapaan akrab Alfina Baharuddin, S.KM M.Kes menyatakan, hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit masuk dalam tubuh di musim pancaroba ini.

Pertama rutin minum air mineral dengan pola 8 gelas dalam sehari atau sebanyak 2 liter, kedua konsumsi makanan bergizi dengan rutin, ketiga pola hidup sehat dan yang terakhir serta paling penting untuk kekebalan tubuh yaitu istrahat yang cukup, ujarnya. (nin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here