MAKASSAR, – Mahasiswa Program Profesi Ners, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) angkatan V melaksanakan praktek kepanitraan umum komunitas, keluarga dan gerontik, Senin (20/3/2018.

Dosen keperawatan Akbar Asfar, S.Kep., Ns., M.Kes yang bertugas sebagai penanggungjawab praktikum ini menyampaikan ada dua konsep dalam pratikum ini. Yakni penyuluhan dan posyandu.

“Ini bentuknya seperti simulasi, jadi mahasiswa bisa paham kurang lebih kondisinya akan seperti ini kalau terjun ke lapangan nanti,” ujarnya.

Kata dia, alur Posyandu yang dikenal dengan istilah sistem 5 meja terbagi atas tahap pedaftaran, penimbangan, pengisian KMS, penyuluhan, dan pelayanan kesehatan.

“Pada pelaksanaannya tidak harus betul-betul 5 meja, kadang Posyandu menggabungkan beberapa meja namun tetap tidak melewatkan tahapan yang seharusnya,” jelasnya.

“Pengisian identitas pasien, pemberian nomor antrian, pemeriksaan berat badan adalah contoh tindakan yang harus dilakukan dalam tahapan tersebut,” tambahnya.

Posyandu sendiri dibedakan menjadi dua jenis yaitu untuk Bayi Lima Tahun (Balita) dan Lanjut Usia (Lansia).

Sementara konsep penyuluhan, mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan lingkungan maupun yang lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here