MAKASSAR, FM UMI – Meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi menjadi impian mahasiswa ketika mendapatkan gelar sarjana.

Apalagi jika diantara mereka melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi dengan lokasi yang berada diluar dari daerah asalnya.

Hal ini dialami oleh Mahasiswa Program Studi (Prodi) Profesi Ners Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Indhira Permata Munaris Putri S.Kep., Ns.

Perempuan asal Kabupaten Bantaeng ini meraih IPK sempurna dengan angka 4,0 yang diumumkan saat acara yudisium dan ramah tamah FKM UMI di Hotel Sahid Jaya, Rabu (29/11/2017) kemarin.

“Tidak menyangka ini bisa terjadi. Padahal saya tidak pernah berharap mendapat IPK tinggi seperti itu,” ujarnya saat ditemui di Lobi FKM UMI, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, IPK tinggi bukanlah sesuatu yang luar biasa. Iin sapaan akrabnya mengaku, hal terpenting yaitu pembelajaran dan prosesnya, karena jika proses kita menuju tahap penyelesaian baik maka hasilnya pun akan memuaskan.

Kata dia, saat mengikuti wisuda S1 Dirinya mengaku iri melihat beberapa kerabat dekat dan mahasiswa dari program studi lain mendapat predikat cum laude hingga IPK sempurna.

“Saya bahkan tidak pernah berfikir untuk mendapat IPK tinggi tapi Alhamdulillah kejadian yang tak terduga ini terjadi pada saya,” ungkap Iin.

Perempuan kelahiran Bantaeng, 21 November 1993 ini mengaku kedepan lebih memilih untuk mengabdi di kampung halamannya ketimbang di Makassar.

“Dari awal mengenyam bangku pendidikan tinggi saya sudah berniat untuk tetap mengabdi di kampung halaman saya. Apapun alasannya dan bagaimanapun kondisinya,” ungkapnya.

Perempuan cantik ini mengaku banyak kesan yang didapatkan selama menjalani proses perkuliahan di FKM UMI.

“Kuliah dibidang kesehatan apalgi perawat itu gampang-gampang susah. Suka dukanya banyak namun penghargaan atas proses yang saya lewati alhamdulillah banyak manfaatnya,” tuturnya sambil tersenyum

“Praktek di Rumah Sakit dan berkontak langsung dengan pasien merupakan hal yang tidak akan saya lupakan,” tambahnya.

Anak dari dua insan Muh. Idris Musa dan Maemunah Syahir ini mengaku, untuk sekarang dirinya akan fokus persiapan mengikuti Ujian Kompetensi Ners Indonesia (UKNI) yang merupakan pra syarat mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR).

“Kalau Ners dan belum mendapatkan STR sama saja tidak berguna karena ini merupakan syarat utama untuk menjadi seorang tenaga kesehatan,” ujarnya.

Dirinya berpesan kepada generasi pelanjut terkhususnya buat mahasiswa Prodi Profesi Ners FKM UMI yang masih menjalani proses perkuliahan agar tetap semangat.

“Tidak ada yang susah kalau kita mau berusaha. Kemauan yang gigih dan menghargai proses adalah kunci utamanya,” tutupnya.

Biodata

Nama : Indhira Permata Munaris Putri S.Kep., Ns
TTL : Bantaeng, 21 November 1993
Alamat : Perumnas Antang Blok 1 Jalan Borong Jambu 3

Nama Orang Tua
Ayah : Muh. Idris Musa
Ibu : Maemunah Syahir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here