MAKASSAR, FKM UMI – Seorang ibu hamil tentunya harus selektif dalam memilih makanan maupun minuman. Apapun yang dikonsumsi sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi calon bayi.

Perempuan yang dikenal rawan terkena anemia, terkadang diharuskan untuk mengkonsumsi suplemen penambah darah agar tubuh tetap dalam kondisi normal.

Menanggapi hal ini, salah satu dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Dr. Andi Nurlinda SKM., M.Kes mengatakan banyak ibu hamil enggan untuk mengkonsumsi suplemen penambah darah karena rasa yang tidak enak.

“Rasanya kurang enak dan bau besi jadi bumil tidak suka,” ujarnya saat ditemui di lobi FKM UMI Jumat, (24/11/217).

Terkait dengan isu yang beredar bahwa suplemen penambah darah bisa membuat bayi lahir dengan keadaan overweight (kelebihan berat badan), ia mengatakan, seorang ibu hamil harus tahu apa kandungan dari pil yang dikonsumsi terlebih dahulu.

“Kebanyakan suplemen hanya mengandung zat besi, sedangkan itu tidak membuat bayi lahir overweight,” ucapnya.

Kebiasaan ngemil makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak berlebih bisa menjadi salah satu faktor penyebab bayi lahir overweight.

“Bukan zat besi yang membuat anak besar, tetapi karbohidrat berlebih misalnya keseringan makan makanan yang mengandung pati dan gula murni,” ungkapnya.

“Apapun yang dimakan akan sampai kpepada janin, makanya harus hati-hati memilih cemilan,” tambahnya.

Sementara itu, ia mengatakan pembentukan sel darah merah membutuhkan banyak zat gizi bukan hanya zat besi saja. Antara lain dibutuhkan juga protein, vitamin C, asam folat, kalsium, seng, dan vitamin A.

“Sebaiknya pilih makanan yang mengandung vitamin mineral seperti sayur dan buah agar kebutuhan ibu hamil tercukupi,” ucapnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here