MAKASSAR, FKM UMI – Armiati, mahasiswa jurusan kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa akademik dan organisasi bisa jalan beriringan tanpa mengorbankan salah satunya.

Armiati adalah Ketua UmumHimpunan Mahasiswa Kebidanan (Himabid) FKM UMI periode 2016-2017 dan telah melaksanakan ujian tutup tanggal 30 Oktober 2017 lalu, ia mengaku bangga karena mampu menyelesaikan akademiknya dengan tepat waktu.

“Saat sumpah jabatan, dikatakan tidak boleh menyelesaikan akademik sebelum selesai menjabat, yang dimaksud ini adalah yudisium, jadi Alhamdulillah tidak cacat organisasi,” ujarnya saat ditemui di kampusnya, Jumat (3/11/2017).

Bukan hanya, Armiati. Hampir seluruh pengurus Himabid dapat menyelesaikan studi tepat waktu.

“Hampir semua pengurus Himabid sudah ujian tutup, tersisa lima orang karena menunggu jadwal. Kami diploma 3, memang sudah waktunya untuk selesai,” jelasnya.

Sebagai ketua, Armiati mengaku banyak mendapatkan dukungan dari pihak dosen kebidanan FKM UMI.

“Sama sekali tidak dipersulit, saya dianggap seperti anak sendiri,” tuturnya sambil tertawa kecil.

Ia menyampaikan banyak terima kasih kepada pengurus Himabid yang telah mendengar arahan dan mampu bekerjasama dengan baik selama satu periode kepengurusan.

“Rasanya lega karena mampu menyelesaikan semua program kerja di himpunan yang totalnya ada belasan,” ucapnya.

Perempuan kelahiran Pomalaa 28 Oktober 21 tahun silam ini berencana untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Rencana mau lanjut studi D4 atau S1 di Pulau Jawa, atau kembali ke kampung halaman di Kolaka untuk mencari pengalaman kerja,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here