Pengabdian masyarakat dengan tema : Optimalisasi gerakan masyarakat hidup sehat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) di Desa Mangki Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang

0
38

Indonesia menyadari bahwa PTM menjadi salah satu masalah kesehatan dan penyebab kematian tertitnggi yang  merupakan sebuah ancaman global. Tingginya prevalensi PTM di Indonesia disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 95,5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah. Kemudian 33,5% masyarakat kurang aktivitas fisik, 29,3% masyarakat usia produktif merokok setiap hari, 31% mengalami obesitas sentral serta 21,8% terjadi obesitas pada dewasa.

Melihat kondisi saat ini, dalam rangka pencegahan penyakit tidak menular pada masyarakat, maka pada hari Ahad, 20 September 2020 bertempat di Desa Mangki Kecamatan Cempa telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) I dengan tema “Optimalisasi gerakan masyarakat hidup sehat dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular di Desa Mangki Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang”dihadiri oleh, Kepala Desa Mangki, Kepala Lingkungan Se Desa Mangki, tokoh masyarakat, kader  posyandu Desa Mangki.dan bidan di pustu (puskesmas pembantu) Desa Mangki, pengelola program gizi Puskesmas Cempa.  Desa Mangki di pilih menjadi lokasi pengabdian masyarakat karena merupakan salah satu desa binaan yayasan wakaf UMI yang ada di Kabupaten Pinrang.

Kegiatan ini difasilitasi dan dibiayai oleh Yayasan Wakaf UMI melalui Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM), dan dilaksanakan oleh  Dr. Sitti Patimah, SKM., M.Kes sebagai ketua tim, Dr. H. Nukman, MA, dan Prof. Dr. drg. H. Masriadi, S.Pd.I., SKM., M.Kes., MH, sebagai anggota tim dan 2 orang mahasiswa pascarsajana program studi kesehatan masyarakat UMI.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini disambut baik oleh kepala Desa Mangki dan masyarakat karena materi tersebut sangat penting untuk mereka ketahui karena banyak masyarakat yang berisiko tinggi bahkan menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus dan asam urat.Sehingga melalui penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi, tim pengabdi menyampaikan beberapa materi yakni pengenalan jenis penyakit tidak menular, faktor risiko, pencegahan penyakit tidak menular berikut tips pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, pola hidup sehat dengan menggunakan pendekatan konsep gerakan masyarakat hidup seha, dan bagaimana pola hidup sehat berdasarkan perspektif islamuntuk mencegah terjadinya PTM.

Setelah penyuluhan, salah ketua  tim pengabdian masyarakat memberikan pelatihan kepada kader posyandu dan bidan Pustu Desa Mangki untuk melakukan pengukuran antropomterik dalam upaya menentukan status gizi masyarakat, sebagai cara deteksi risiko munculnya penyakit tidak menular, seperti obesitas central.

Selain itu, tim pengabdi memberikan sebuah buku yang merupakan hasil karya dari ketua tim pengabdian masyarakat dengan judul “mengalahkan penyakit tidak menular”, kepada masing masing pserta untuk dapat dijadikan bahan bacaan dalam menambah wawasan masyarakat akan hal tersebut, ditambah dengan pembagian poster yang dibuat oleh salah seorang anggota tim pengabdi terkait pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di masa pandemicovid 19.untuk dapat dijadikan media komunikasi di Pustu dan kantor Desa Mangki

Kegiatan pengabdian masyarakat menjadi suatu tuntutan bagi para akademisi dengan melibatkan mahasiswa sebagai pendamping dalam proses sharing keilmuan kepada masyarakat awam, sehingga masyarakat dapat memahami sesuatu hal yang sangat dibutuhkan bagi mereka untuk mengatasi masalah yang mereka miliki dengan menggunakan konsep ilmu pengetahuan

Selamat Mengabdi kepada Masyarakat.

Iman, Ilmu, Amal padu Mengabdi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here