MAKASSAR, – Sebelum melaksanakan praktek di Rumah Sakit, mahasiswa Program Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI) wajib mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS).

Demikian disampaikan Ketua Program Profesi Ners FKMI Safruddin S.Kep., Ns., M.Kep saat ditemui di pelatihan BTCLS angkatan ke VI Ners FKM UMI bekerjasama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI), Kamis (29/03/2018).

BTCLS adalah tindakan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ sehingga produktivitasnya dapat dipertahankan setara sebelum terjadinya bencana atau peristiwa gawat darurat yang terjadi.

“Pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam hal kegawatdaruratan. Jadi pasien-pasian gagal trauma kardiologi life support mahasiswa itu mampu menanganinya,” ujar Safruddin.

Kata dia, BTCLS ini dilaksanakan selama delapan hari dengan dibagi dua sesi. Sesi pertama yaitu hari kamis hingga minggu (29/03/2018-01/04/2018), dan sesi kedua Rabu hingga Sabtu (4-7/04/2018).

“Semua peserta wajib lulus BTCLS baru boleh turun praktik ke rumah sakit. Pelatihan ini diharapan mahasiswa Ners akan terampil menangani pasien dengan kasus-kasus kegawatdaruratan, beda dengan mahasiswa lain yang tidak mengikuti pelatihan BTCLS, itu berbeda,” tambahnya.

HIPGABI, Kata Safruddin, merupakan organisasi badan kelengkapan yang memang khusus kegawatdaruratan. Semua instrukturnya orang-orang yang bekerja di rumah sakit dan mempunyai pengalaman.

“Total peserta sesi I sebanyak 40 peserta, dan Sesi II sebanyak 78 peserta. total 118 peserta. Sebelum peserta mengikuti pelatihan BTCLS, semua harus mengikuti pra test. Pada hari terakhir nanti, akan ada tes tertulis dan keterampilan,” tutupnya. (sit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here