MAKASSAR, FKM UMI – Posisi pada persalinan akan mempengaruhi adaptasi anatomi dan fisiologi persalinan. Bidan maupun Dokter dapat membantu ibu hamil yang menghadapi persalinan agar tetap tenang dan rileks.

“Sebenarnya tak ada posisi melahirkan yang dianggap paling baik. Setiap ibu hamil berbeda-beda dalam menghadapi persalinan. Posisi yang paling dianggap nyaman itulah posisi terbaik,” ujar dosen kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Sundari, SST., M.PH

Berikut 7 posisi bersalin yang dianjurkan :

– Posisi Miring (Lateral)
Ibu akan disuruh berbaring miring ke arah kiri maupun kanan dengan salah satu kaki diangkat dan posisi kaki satunya dalam keadaan lurus. Dalam posisi ini, peredaran darah balik ibu bisa berjalan dengan lancar, pengiriman oksigen dalam darah ibu ke janin melalui plasenta juga tidak akan terganggu, sehingga pada proses pembukaan akan berlangsung secara perlahan-lahan.

– Posisi Setengah Duduk
Ibu akan duduk dengan punggung bersandar pada bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka kearah samping. Pda posisi ini, jalan lahir yang akan ditempuh bayi untuk bisa keluar jadi lebih pendek, dan suplai oksigen dari ibu kejanin juga akan dapat berlangsung secara maksimal.

– Posisi Berbaring (Litotomi)
Ibu akan disuruh terlentang ditempat tidur bersalin dengan menggantung kedua paha pada penopang kursi yang khusus untuk bersalin. Pada posisi ini, jalan lahir akan menghadap kedepan dan mudah untuk mengukur perkembangan dan pembukaan dan waktu persalinan anda. Kepala bayi akan mudah diarahkan dan dipegang.

– Posisi Jongkok
Biasanya ibu menghadapi persalinan dengan posisi jongkok diatas bantalan empuk yang berguna untuk menahan kepala bayi dan tubuh bayi. Merupakan posisi yang sangat alami saat melahirkan karena memanfaatkan gaya grevitasi bumi, sehingga ibu melahirkan tidak usah terlalu kuat untuk mengejan.

– Posisi Berlutut
Beberapa proses persalinan yang mengalami kesulitan akan dilakukan perubahan posisi yang dapat membantu proses persalinan berjalan lancar. Pada posisi ini, dengan bersandar kedepan akan membantu untuk meringankan ibu dari rasa sakit persalinan dan dapat mengurangi tekanan pada perineum sehingga robekan perineum akan jarang terjadi.

– Posisi Merangkak
Dalam posisi ini yang terpenting adalah menjaga agar lengan vertikal dengan bahu anda dan tidak jauh kebelakang atau kedepan, tidak boleh lebar dari bahu anda sehingga tidak akan membuang energi namun juga memungkinkan tubuh anda beristirahat dilengan anda. Posisi ini membantu meringankan rasa sakit, sangat bagus untuk bayi anda yang berukuran besar, membantu jika terjadi prolaps tali pusat untuk mencegah tali pusat semakin menumbung dan lebih sedikit beresiko terjadinya robekan perineum.

– Posisi Berdiri Tegak
Sebenarnya posisi tegak juga termasuk posisi baik karena salah satu manfaatnya yaitu, anda dapat bergerak dengan mudah, hal ini mempercepat proses persalinan dan membantu bayi anda dalam posisi yang sangat baik. Posisinya mudah bergerak dan bisa menjaga napas saat anda mengejan, membuat orang lain mudah untuk memijat, kontraksi lebih efektif, dan mempercepat tahap pertama persalinan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here