MAKASSAR, FKM UMI – Menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia perlu pencegahan sejak dini, dalam hal ini menjaga kesehatan calon ibu sejak remaja.

Hal ini disampaikan salah satu dosen kebidanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Sundari, SST., MPH, Rabu (22/11/2017).

Kata dia, sudah banyak program pemerintah soal AKI, namun belum memberikan hasil yang optimal.

“Banyak hal yang menjadi penyebab, salah satunya implementasi program di lapangan yang tidak maksimal,” ujarnya saat ditemui di ruang senat FKM UMI.

Menurutnya, kebijakan diterjemahkan dalam bentuk program. Banyak anggaran yang dikeluarkan, untuk hasil yang hampir tidak terlihat dampaknya.

“Misalnya, program pemberian biskuit pada ibu hamil. Pemerintah sediakan berjuta ton, tapi nyatanya tidak ada perbaikian gizi di lapangan,” ungkapnya.

Kata dia, bisa saja karena biskuit tersebut tidak disukai ibu hamil, atau mungkin biskuit dikonsumsi oleh anaknya, sehingga program tidak tepat sasaran. Beda halnya dengan jamu yang juga memiliki rasa tidak enak, tapi masyarakat tetap mengkonsumsi.

“Coba bayangkan kalau kasusnya seperti itu, hanya berapa persentasi biskuit yang sampai pada ibu hamil. Hal seperti ini yang harus kita pikirkan bersama” ungkapnya.

“Kalau seperti ini, kita harus kembali ke masyarakat. Pahami ingin mereka seperti apa,” tambahnya.

Pemerintah sudah menyiapkan banyak alternatif, jelas Sundari, tapi penerimaan di masyarakat sangat kurang. Butuh sinergitas yang baik antar keduanya.

“Mari bekerja bareng, dengan hati dan harus ada koordinasi,” ucapnya.

Ia berharap agar pengetahuan masyarakat terkait kesehatan bisa ditingkatkan, salah satunya dengan cara menggelar seminar dan kegiatan lainnya.

“Jika kita memberikan edukasi dengan baik, percayalah hasilnya optimal. Akan terjadi perubahan status gizi di masyarakat,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here