Oleh Vitra Febrianti, S.Kep., Ns
Dosen FKM UMI

MAKASSAR, FKM UMI – Rokok merupakan masalah utama dikalangan masyarakat, khususnya remaja yang berdampak negatif terhadap kesehatan terutama pada organ jantung.

Merokok merupakan suatu kegiatan paling banyak diminati oleh masyarakat. Walaupun sudah banyak peringatan “merokok dapat menyebabkan serangan jantung, hipotensi, dll” tapi seakan akan masyarakat tidak mengindahkan hal tersebut.

Bahkan di sekolah-sekolahpun para pelajar dengan senang hati mengisap rokok.

Masalah merokok ini sudah menjadi skala nasional dan international yang sangat sulit untuk dipecahkan.

Data dari World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa Indonesia adalah salah  satu dari lima negara dengan penduduk perokok terbanyak di dunia.

Prevalensi perokok laki-laki mengalami kenaikan dari 51,2% pada tahun 1995  menjadi 54,5%.

Seiring dengan prevalensi  yang bertambah, penyakit jantung yang terkait dengan penggunaan tembakau dan perilaku merokok juga meningkat.

Orang yang merokok lebih dari 20 batang rokok perhari memiliki risiko 6 kali lipat terkena infark miokard dibandingkan dengan bukan perokok.

Penyakit jantung merupakan penyebab terdepan  dari kematian  di negara-negara industri, yaitu sekitar 30% dari semua kematian karena berkaiatan dengan akibat merokok.

Selain berbahaya bagi yang siperokok, lebih sangat berbahaya bagi yang menghirup asap rokok tersebut atau perokok pasif.

Walaupun perokok pasif tidak mengisap rokok secara langsung tapi bisa terkena dampak negatifnya bahkan 3 kali lipat.

Asap rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan beresiko terkena penyakit jantung.

Paparan asap rokok yang dihirup dapat menyebabkan sensitivitas tromosit dan menurunkan kerja jantung atau fungsi jantung menerima dan memproses oksigen sehingga sangat cenderung menyebabkan penyakit jantung.

Hubungan rokok dengan penyakit jantung sudah sangat erat, karena bahan yang terkandung di dalam rokok adalah nikotin yang dapat mengurangi asupan oksigen menuju jantung, meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, selain itu nikotin juga merusak sel yang menghubungkan pembuluh darah coroner dengan pembuluh darah lainnya.

Pemerintah saat ini telah menyediakan ruang kusus untuk perokok di beberapa tempat seperti kafe, mall, dll. Menurut saya tempat yang disediakan belumlah dapat memenuhi kebutuhan perokok yang sudah menjamur di Indonesia, sehingga harus mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah.

Selain itu saya berpendapat bahwa untuk meminimalkan masalah merokok ini perlu diadakan penyuluhan kesehatan menyeluruh bagi para remaja khususnya dan membuat program kunjungan kesekolah sekolah serta rumah ke rumah, karena selama ini belum terprogram secara menyeluruh di daerah daerah. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here